Senin, 03 April 2017

Mantan Tomboy

    Sobat, kalian tau aku sangat menyukai masakan umi dan nenekku dan juga masakan mbak ayu kalian tau masakan mereka adalah yang terlezat di bumi ini.bagaimana dengan kalian? Aku yakin kalian juga sangat menyukai masakan ibu kalian juga oh ya sobat aku lupa bercerita kalau aku bukan anak kandung bapakku melainkan aku adalah anak tirinya. Awalnya aku juga tidak mengetahui semuanya karena umi dan ayahku berpisah sejak aku bayi dan hingga suatu hari ketika aku duduk di kelas satu SMP aku menemukan sebuah map di dalam lemari yang umi selalu melarang untuk membukanya, karena penasaran aku diam-diam membukanya ketika umi pergi dan ketika aku menemukan map berdebu itu aku langsung membukanya, ternyata isinya adalah foto anak perempuan yang kira-kira umurnya masih satu tahun lebih dengan seorang lelaki dan anak kecil itu di pangkuan ibunya,aku melihat yang lain lagi karena banyak sekali foto-foto itu guys, aku masih belum tau mereka siapa dan mengapa hanya untuk foto begini saja umi melarangku mengetahuinya hingga lembar terakhir itu bukanlah foto melainkan sebuah AKTA KELAHIRAN aku baca dengan teliti ternyata itu sama seperti namaku yang membedakannya di belakang itu ada nama Anwar sedangkan aku tidak, kemudian aku terus membaca dan aku terkejut melihat tempat dan tanggal lahirnya sama persis denganku begiupun nama umi tapi yang berbeda hanya nama bapak kenapa bukan nama bapak melainkan nama Anwar hadi, seketika itu aku kecewa dengan umi, aku kecewa dengan semua orang yang ada di sini lalu aku membawa map itu ke dalam kamarku dan menyimpannya tanpa sepengetahauan umi seperti halnya umi menyembunyikan ini  tanpa sepengetahuanku.

    Setelah penemuanku itu aku sebisa mungkin menyembunyikan semuanya dan aku bersikap seperti biasa agar umi tidak marah karena aku tidak nurut untuk tidak membuka lemari yang selama ini di rahasiakan dan sekarang aku tau isinya sekarang. Jujur aku kecewa guys bahkan sangat kecewa aku paling benci di bohongi. Ketika umiku sampai di rumah aku berpura-pura tidur karena untuk saat ini aku malas melihat wajah-wajah orang di rumah ini, tanpa sadar aku mengangis di balik selimut yang tebal dan sambil memeluk erat teddy bear, hanya teddy bear yang bisa mengerti perasaanku saat ini, yang perlu aku ingat aku bukanlah anak kandung dari umi dan bapak dan mereka berdua bukan saudara kandungku, lalu di mana ayahku sekarang? Mengapa iya tega denganku, mengapa kita harus berpisah. Aku duduk dan mengambil map berwarna biru tadi dan aku buka lagi foto itu terlihat di foto itu bahwa memang aku masih sangat kecil, wajar bila aku tidak ingat semuanya, air mataku semakin deras bercucuran sambil memeluk foto itu aku terus menangis.

"TUHAN izinkan aku merasakan pelukan ayah kandungku lagi, pertemukan kami kembali TUHAN aku ingin melihat wajahnya, aku ingin melihat senyumnya, apakah iya masih mengingatku sekarang? Apa yang terjadi antara mereka dulu, pertemukan kami suatu hari nanti TUHAN".

   Akupun mulai mengambil buku diaryku yang di sana isinya penuh dengan puisi ciptaanku, jika sebelumnya aku membuat puisi tentang keindahan, keceriaan, sahabat dan semua yang bersifat ceria , namun beda dengan sekarang aku menuliskan kata-kata kesedihan, kekecewaan, dan apapun itu tentang kesedihan, sambil terus menangis dan menangis hingga perutku kram dan mataku sakit akibat terlalu lama menangis hingga aku mulai lelah, hingga terdengar suara umi memanggilku mengajakku makan dan akupun buru-buru mengunci pintu kamar aku tidak mau di ganggu siapapun untuk saat ini, aku mengabaikan ketukan pintu umi berkali-kali, hingga suara ketukan itu ta ada lagi aku menyimpan buku diaryku karena aku tidak akan mengizinkan siapapun itu mengetahui puisi yang kubuat sebelum aku sendiri yang menunjukan itupun aku salin terlebih dahulu, buku diaryku benar-benar rahasia guys.

oke guys see you...
good night guys, have a nice dream and love you.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar